Category Archives: antropologi

Definisi Kepribadian

Banyak para ahli yang mendefinisikan kepribadian. Salah satu yang pale penting menurut Gordon W.Allport. Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis darisistem psiko-fisik indvidu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran indvidu secara khas. Terjadinya Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia.Maksud dinamis pada pengertian tersebut adalah perilaku mungkin saja berubah-ubah melalui proses pembelajaran atau melalui pengalaman-pengalaman, reward,punishment, pendidikan, dsb. Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuan nya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya (Depkes, 1992). Dalam bahasa latin asal kata personaliti dari persona (topeng), sedangkan dalam ilmu psikologi menurut, Gordon W.Allport : suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia Berdasarkan pengertian di atas maka corak perilaku individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akan berbeda-beda. Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita. Dapat dikatakan bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya bentukan dari keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan yang dibawa sejak lahir. Jadi yang disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis, kejiwaan dan juga yang bersifat fisik, yaitu keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.

Kepribadian (personality) bukan sebagai bakat kodrati, melainkan terbentuk oleh proses sosialisasi. Kepribadian merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan tingkah laku sosial tertentu, baik berupa perasaan, berpikir, bersikap, dan berkehendak maupun perbuatan. Definisi kepribadian menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut :

  1. Yinger
    Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
  1. M.A.W Bouwer

Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.

  1. Cuber
    Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
  2. Theodore R. Newcombe

Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.

Ada dua faktor yang menentukan kepribadian pada tiap-tiap orang. Faktor tersebut adalah faktor keturunan dan faktor lingkungan. Dua faktor ini sangat kuat dalam proses terbentuknya kepribadian dalam diri seseorang.

Ilmu Antropologi juga mempelajari tentang kepribadian. Menurut ilmu Antropologi, kepribadian ditentukan oleh akal dan jiwa manusia itu sendiri. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itulah yang disebut sebagai kepribadian atau personality. Hal itu memberikan suatu identitas sebagai individu yang khusus kepada masing-masing manusia. Kepribadian memiliki 3 unsur penting, yaitu pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Tiga unsur inilah yang berperan dalam pembentukan kepribadian tiap-tiap manusia. Dalam suatu masyarakat yang memiliki suatu kebudayaan bersama, terdapat jenis kepribadian yang umum bagi masyarakat itu. Jenis kepribadian itu yang oleh sebagian dinamakan basic personality structure (struktur kepribadian dasar), modal personality (kepribadian rata-rata).

Jelas, antara kepribadian dan mata kuliah Pengantar Antropologi ini terdapat hubungan yang erat. Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sejarah kebudayaan. Kebudayaan ada karena ada manusia yang menciptakannya. Manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Itulah yang membuat kebudayaan masing-masing masyarakat berbeda-beda dan memiliki cirri khas serta corak tersendiri sehingga ahirnya membentuk identitas masyarakat tersebut. Oleh sebab itu, Antropologi perlu membahas mengenai kepribadian manusia, dimana dengan kepribadian itulah terbentuk manusia yang memiliki pemikiran yang berbeda-beda sehingga bisa saling melengkapi satu dan yang lainnya.

created by : dora ;)

Definisi Masyarakat

Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat. Apabila kita memperbincangkan masalah tentang suatu masyarakat, biasanya yang dimaksud adalah kelompok orang yang memiliki persamaan dalam hal ini, yaitu dalam arti kata bahwa mereka berhubungan erat satu sama lain. Seringkali kita cenderung menganggap mereka sebagai penduduk bersama suatu wilayah tertentu lengkap dengan batas-batasnya, tetapi jika direnungkan lagi kita akan sadar bahwa ini bukanlah merupakan syarat memadai atau yang mencukupi. Apabila kita berbicara tentang sesuatu masyarakat, kita maksudkan sesuatu yang lebih dari hanya satu kumpulan. Dalam buku yang berjudul Sosiologi – Suatu Analisa Sistem Sosial yang ditulis oleh Duncan Mitchell menyatakan bahwa masyarakat adalah satu kumpulan manusia yang terikat dalam suatu kesatuan yaitu bertindak secara terintegrasi dan tetap, dan bersifat agak kekal dan stabil (1953 – S.F. Nadel). Secara lebih luas, masyarakat (society) diartikan sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada : masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara. Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Masyarakat memiliki faktor dan unsur-unsur tertentu yang dapat membentuk masyarakat itu sendiri. Menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :

  1. Berangotakan minimal dua orang
  2. Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan
  3. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat
  4. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat

Marion Levy menambahkan, diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat. Empat kriteria tersebut adalah ada sistem tindakan utama, saling setia pada sistem tindakan utama, mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota, dan sebagian atau seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

Dalam buku Pengantar Antropologi yang ditulis oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat, yang dimaksud dengan masyarakat itu sendiri adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Sekumpulan manusia yang saling “bergaul”, atau dengan istilah ilmiah, saling “berinteraksi”, juga dapat disebut sebagai masyarakat. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana agar warganya dapat saling berinteraksi. Inti dari semua pengertian masyarakat adalah, adanya hubungan/interaksi antara satu orang dengan orang lainnya atau dengan kelompok lainnya dimana kelompok itu memiliki adat istiadat, hokum, dan norma yang harus dipatuhi bersama, juga karena kelompok manusia tersebut memiliki tujuan hidup dan rasa kesamaan yang sama. Kelompok inilah yang kita sebut sebagai masyarakat.

Dari definisi-definisi masyarakat yang telah dikemukakan di atas, kita bisa membandingkan perbedaan dan persamaan antara definisi masyarakat di sumber lain dengan definisi masyarakat di dalam buku Pengantar Antropologi. Perbedaannya adalah definisi masyarakat dalam buku Pengantar Antropologi lebih menekankan pada kebudayaan masyarakat itu sendiri. Masyarakat berinteraksi menurut adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terus diturunkan ke generasi penerus masyarakat tersebut sehingga bisa dijadikan sebagai identitas bersama. Jadi, masyarakat terbentuk karena adanya kebudayaan yang mereka ciptakan sendiri yang di dalamya terdapat nilai dan norma yang harus dipatuhi secara bersama-sama. Sedangkan definisi masyarakat secara luas menekankan pada interaksi dalam sebuah kelompok yang terikat dalam suatu kesatuan serta memiliki tujuan dan kesamaan-kesamaan yang sama antar anggota kelompoknya. Mereka saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain secara kontinu dan saling terikat. Sekelompok manusia yang memiliki tujuan yang sama inilah yang kita kenal sebagai masyarakat, dan memiliki identitas tertentu.

Persamaan dari kedua sumber definisi masyarakat tersebut adalah adanya interaksi yang bersifat kontinu. Kedua sumber menyebutkan bahwa terbentuknya masyarakat karena adanya interaksi dan hubungan-hubungan antar sesama anggota yang terdapat di dalamnya. Inti dari masyarakat adalah interaksi sosial. Bila merka melakukan interaksi dan saling berhubungan secara terikat dan kontinu, kelompok manusia tersebut bisa kita sebut sebagai masyarakat. Meski dalam buku Pengantar Antropologi memandang masyarakat masih berhubungan dengan kebudayaan, kedua sumber tersebut menekankan pada satu hal yang tidk dapat terpisahkan : masyarakat ada karena ada interaksi di dalamnya.

by : dora

Hubungan antara Antropologi dan Sosiologi

B. Hubungan antara Antropologi-Sosial dan Sosiologi
Sosiologi berkembang dari filsafat, masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Sedangkan antropologi bermula dari sejarah perkembangan budaya maupun masyarakatnya. Antropologi melihat masyarakat pedesaan. Sebaliknya, sosiologi melihat masyarakat perkotaan sebagai objek ilmunya. Antropologi dan sosiologi memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mencapai pengertian tentang asas-asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya.
Dilihat dari metode ilmiah, antropologi menggunakan metode kualitatif. Sedangkan sosiologi menggunakan metode kuantitatif, karena sosiologi berdasarkan pada metode pengolahan bahan dan analisis berdasarkan perhitungan dalam jumlah besar. Antropologi menggunakan metode kualitatif karena antropologi menggunakan observasi, wawancara mendalam, serta menjadi bagian dari lapangan yang akan diteliti dalam pengolahan dan pengumpulan datanya karena antropologi memerlukan pemahaman yang mendalam.

C. Makhluk Manusia
Dalam antropologi, kita juga mempelajari tentang makhluk manusia, bagaimana evolusi manusia terjadi dari makhluk primata menjadi makhluk manusia yang sempurna, juga pembagian serta perkembangan bentuk manusia tertua dan jenis-jenisnya, seperti : pithecanthropus erectus, meganthropus paleojavanicus, homo neandertalensis, dan sebagainya, hingga menjadi manusia sekarang atau dalam bahasa latin disebut homo sapiens. Dalam ilmu antropologi, manusia juga diklasifikasikan dari beragam ras di bumi ini menjadi ras Australoid, Mongoloid, Caucasoid, Negroid, maupun ras-ras khusus lainnya.

D. Kepribadian
Saya juga mendapatkan ilmu mengenai kepribadian di dalam antropologi. Kepribadian ditentukan oleh akal dan jiwa manusia itu sendiri. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itulah yang disebut sebagai kepribadian atau personality. Hal itu memberikan suatu identitas sebagai individu yang khusus kepada masing-masing manusia. Kepribadian memiliki 3 unsur penting, yaitu pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Tiga unsur inilah yang berperan dalam pembentukan kepribadian tiap-tiap manusia. A.F.C. Wallace membuat suatu kerangka tentang seluruh materi yang menjadi objek dan sasaran unsur-unsur kepribadian manusia secara sistematis. Kerangka itu memuat 3 hal, yaitu : beragam kebutuhan individu, beragam hal dalam lingkungan individu, dan berbagai cara untuk memperlakukan hal-hal dalam lingkungan diri sendiri guna memenuhi kebutuhan diri. Saya juga mendapatkan ilmu mengenai macam-macam kepribadian, dimana terdapat kepribadian individu, kepribadian umum, serta kepribadian barat dan kepribadian timur. Keberagaman kepribadian ini menyebabkan keragaman struktur kepribadian pada setiap manusia.

E. Masyarakat
Ilmu antropologi juga mempelajari tentang masyarakat. Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Masyarakat terdiri dari berbagai unsur, yaitu : masyarakat, kategori sosial (kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu cirri atau suatu kompleks ciri-ciri objektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu), golongan sosial, kelompok dan perkumpulan, beragam kelompok dan perkumpulan, ikhtisar mengenai beragam wujud kesatuan manusia, dan interaksi antar individu dalam masyarakat.

F. Kebudayaan
Antropologi adalah ilmu yang terfokus pada sejarah perkembangan, khususnya perkembangan budaya dan masyarakat yang berada di dalamnya. Menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu :
1. wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia
Dalam setiap kebudayaan tentunya terdapat adat istiadat dimana di dalam adat istiadat tersebut terdapat norma dan hukum yang harus dipatuhi oleh setiap masyarakat yang ada di dalamnya. Budaya memiliki 7 unsur pokok. Ketujuh unsur yang dapat kita sebut sebagai isi pokok dari tiap kebudayaan di dunia itu adalah : bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, dan kesenian.
Melihat penjelasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa masyarakat dan kebudayaan yang tidak dapat terpisahkan. Masyarakatlah yang membentuk kebudayaan dan melestarikannya untuk generasi-generasi berikutnya. Masyarakat mengenal budaya karena melalui beberapa proses pembelajaran kebudayaan sendiri (proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi).

Pengantar Antropologi

Banyak ilmu yang saya dapatkan setelah mempelajari mata kuliah Pengantar Antropologi ini. Salah satunya dan yang paling penting adalah deskripsi dari ilmu antropologi itu sendiri. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti “manusia” atau “orang”, dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Secara harafiah, pengertian antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang keanekaragaman budaya lebih dari sejarah kehidupan manusia yang ada. Secara lebih luas, antropologi diartikan sebagai salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal pada daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan perilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri. Untuk sub-sub bidang kajian antropologi sendiri dapat dikategorisasi menurut dua cara, yakni menurut masalah yang dipelajari (budaya dan fisikal) dan menurut kurun waktu terjadinya fenomena yang dipelajari (lampau dan sekarang).

A. Fase-fase Perkembangan Ilmu Antropologi

Antropologi memiliki 4 fase perkembangan ilmu. Fase yang pertama berkembang sebelum tahun 1800, dimana bangsa Eropa memandang bangsa Asia adalah bangsa yang liar/bangsa iblis. Manusia Asia belum mengenal materi sehingga manusia Eropa menganggap bangsa Indonesia bangsa yang murni dan belum mengenal materi karena bagi bangsa Eropa, materi adalah segala-galanya. Sebagian orang Eropa juga tertarik dengan budaya Asia. Oleh sebab itu, munculah istilah etnografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang sejarah-sejarah bangsa. Integrasi yang sungguh-sungguh baru, timbul pada pertengahan abad ke-19. Orang Eropa menganggap budayanya paling tinggi (dengan cara evolusi) dibanding dengan budaya-budaya bangsa yang lain. Di saat inilah fase kedua dalam ilmu antropologi berkembang. Pada permulaan abad ke-20, fase ketiga dalam ilmu antropologi mulai berkembang. Setelah bangsa Eropa mempelajari seluk-beluk suatu bangsa (mempelajari budayanya), kemudian bangsa tersebut ditaklukkan sampai bangsa tersebut didapatkan oleh bangsa Eropa. Sesudah kira-kira tahun 1930, bangsa yang dijajah habis kemudian bangsa yang telah menjajah tersebut mulai dicurigai oleh bangsa-bangsa terjajah (bangsa primitif). Yang kemudian membuat lapangan ilmu untuk mempelajari antropologi berada di pedesaan.

Ilmu-ilmu bagian dari Antropologi

Dalam ilmu Antropologi juga mengenal lima macam ilmu yang merupakan bagian dari ilmu Antropologi, yaitu paleo-antropologi (ilmu yang mempelajari tentang fosil-fosil manusia), antropologi fisik (ilmu yang mempelajari tentang ciri-ciri tubuh), etnolinguistik/antropologi linguistik (bagian ilmu yang mempelajari tentang bahasa suku bangsa yang tersebar), prehistori (mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi), dan yang terakhir adalah etnologi (ilmu bagian yang mencoba mencapai pengertian mengenai asas-asas manusia, dengan mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat). Ilmu bagian paleo-antropologi dan antropologi fisik disebut antropologi fisik dalam arti luas. Sedangkan ilmu bagian etnolinguistik, prehistori, dan etnologi disebut antropologi budaya.

ujian antro – sosiologi UNS

created by : DORA

SARA

KONFLIK SARA di INDONESIA

Contohkan masalah SARA yang ada di Indonesia dan dianalisis !

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik. Faktor-faktor penyebab konflik antara lain :

  1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
  2. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda
  3. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
  4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

(www.id.wikipedia.com)

Konflik adalah sesuatu yang hampir tidak mungkin bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Selama masyarakat masih memiliki kepentingan, kehendak, serta cita-cita konflik senantiasa “mengikuti mereka”. Oleh karena dalam upaya untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan pastilah ada hambatan-hambatan yang menghalangi, dan halangan tersebut harus disingkirkan. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi benturan-benturan kepentingan antara individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Jika hal ini terjadi, maka konflik merupakan sesuatu yang niscaya terjadi dalam masyarakat. (www.hendrasyahputra.com)

Konflik kepentingan lebih penting meskipun dikatakan bahwa konsep kepentingan juga melibatkan keuntungan bagi kelompok lain selain kelompoknya sendiri (Achmad Fedyani, 2006 : 340). Konflik kepentingan inilah yang akan kita bahas disini, yaitu konflik yang berupa SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan). SARA adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan. Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada identitas diri dan golongan dapat dikatakan sebagai tidakan SARA. Tindakan ini mengebiri dan melecehkan kemerdekaan dan segala hak-hak dasar yang melekat pada manusia. SARA dapat digolongkan dalam tiga kategori :

  1. Individual : merupakan tindakan SARA yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Termasuk di dalam katagori ini adalah tindakan maupun pernyataan yang bersifat menyerang, mengintimidasi, melecehkan dan menghina identitas diri maupun golongan.
  2. Institusional : merupakan tindakan SARA yang dilakukan oleh suatu institusi, termasuk negara, baik secara langsung maupun tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja telah membuat peraturan diskriminatif dalam struktur organisasi maupun kebijakannya.
  3. Kultural : merupakan penyebaran mitos, tradisi dan ide-ide diskriminatif melalui struktur budaya masyarakat. (www.insearching.tripod.com/sara.html)

Salah satu contoh kasus SARA di Indonesia adalah adanya konflik agama antara gereja HKBP dengan ormas Islam di daerah Bekasi. Pertikaian berbau SARA ini terjadi sejak beberapa bulan lalu dan puncaknya pada Minggu, pada tanggal 8 Agustus 2010, saat bentrokan terjadi di lokasi Gereja HKBP Pondok Timur di Kampung Ciketing Asem, Mustikajaya. Massa meminta jemaat HKBP tidak melakukan ibadah di lokasi itu sehingga terjadi bentrokan. Polisi yang hanya 100 orang tidak mampu menangani masalah tersebut sehingga penyerbuan pun terjadi. Massa yang tidak suka ada gereja menilai HKBP telah melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri. Sedangkan pengurus HKBP menilai lahan mereka itu hasil penunjukkan dari Pemkot Bekasi. (www.poskota.co.id)

Sebenarnya, konflik berbau SARA seperti ini tidak perlu terjadi bila masing-masing golongan mau terbuka dan tentunya saling menghargai. Konflik semacam ini sebenarnya tidak perlu sampai terjadi. Semua harus menahan diri dan tidak mendahulukan ego. Walikota Bekasi pun berupaya menangani kasus SARA ini dengan membuat dua tim untuk menyelesaikan maslah tersebut. Dua tim ini nantinya yang akan melakukan pendekatan persuasif dan melakukan upaya hukum jika di dalamnya ada pelanggaran.

Setelah mengetahui penyebab terjadinya konflik SARA tersebut, terdapat beberapa alternatif teoretis untuk menyelesaikan konflik yang tejadi. Secara umum, untuk menyelesaikan konflik dikenal beberapa istilah, yakni :

  1. pencegahan konflik; pola ini bertujuan untuk mencegah timbulnya kekerasan dalam konflik
  2. penyelesaian konflik; bertujuan untuk mengakhiri kekerasan melalui persetujuan perdamaian
  3. pengelolaan konflik; bertujuan membatasi atau menghindari kekerasan melalui atau mendorong perubahan pihak-pihak yang terlibat agar berperilaku positif
  4. resolusi konflik; bertujuan menangani sebab-sebab konflik, dan berusaha membangun hubungan baru yang relatif dapat bertahan lama di antara kelompok-kelompok yang bermusuhan
  5. transformasi konflik; yakni mengatasi sumber-sumber konflik sosial dan politik yang lebih luas, dengan mengalihkan kekuatan negatif dari sumber perbedaan kepada kekuatan positif. (www.hendrasyahputra.com)

Hal ini sangat dipengaruhi oleh kesadaran seluruh kelompok elemen masyarakat untuk saling menjaga dan menghormati hak semua umat beragama. Tentunya kita berharap agar kejadian semacam ini tidak lagi terjadi di Bekasi juga di daerah lain. Kasus yang terjadi di Kota Bekasi bisa menjadi bahan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua.
:) :) doraa :) :)

Hubungan antar Negara

HUBUNGAN ANTAR NEGARA

Mengapa sebuah negara harus bergantung dengan negara lain ?

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Syarat-syarat sebuah negara terbagi menjadi dua, yaitu :

Syarat Primer :

  1. Terdapat Rakyat
  2. Memiliki Wilayah
  3. Memiliki Pemerintahan yang Berdaulat

Syarat Sekunder :

  1. Mendapat pengakuan Negara lain

Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.

Keberadaan negara, seperti organisasi secara umum, adalah untuk memudahkan anggotanya (rakyat) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Keinginan bersama ini dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai Konstitusi, termasuk didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara. Sebagai dokumen yang mencantumkan cita-cita bersama, maksud didirikannya negara Konstitusi merupakan dokumen hukum tertinggi pada suatu negara. Karenanya dia juga mengatur bagaimana negara dikelola. Konstitusi di Indonesia disebut sebagai Undang-Undang Dasar.

Dalam bentuk modern negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang demokratis. Bentuk paling kongkrit pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan publik, yakni pelayanan yang diberikan negara pada rakyat. Terutama sesungguhnya adalah bagaimana negara memberi pelayanan kepada rakyat secara keseluruhan, fungsi pelayanan paling dasar adalah pemberian rasa aman. Negara menjalankan fungsi pelayanan keamanan bagi seluruh rakyat bila semua rakyat merasa bahwa tidak ada ancaman dalam kehidupannya. Dalam perkembangannya banyak negara memiliki kerajang layanan yang berbeda bagi warganya.

Berbagai keputusan harus dilakukan untuk mengikat seluruh warga negara, atau hukum, baik yang merupakan penjabaran atas hal-hal yang tidak jelas dalam Konstitusi maupun untuk menyesuaikan terhadap perkembangan zaman atau keinginan masyarakat, semua kebijakan ini tercantum dalam suatu Undang-Undang. Pengambilan keputusan dalam proses pembentukan Undang-Undang haruslah dilakukan secara demokratis, yakni menghormati hak tiap orang untuk terlibat dalam pembuatan keputusan yang akan mengikat mereka itu. Seperti juga dalam organisasi biasa, akan ada orang yang mengurusi kepentingan rakyat banyak. Dalam suatu negara modern, orang-orang yang mengurusi kehidupan rakyat banyak ini dipilih secara demokratis pula. (www.id.wikipedia.com)

Setelah kita mendeskripsikan apa arti negara yang sesungguhnya secara terperinci, kita bisa menelaah bahwa sebuah negara meskipun memiliki pemerintahannya sendiri, negara tersebut tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari Negara lain. Hal inilah yang memunculkan pertanyaan di atas : mengapa sebuah negara hasrus bergantung dengan negara lain ?

Secara kodrati, manusia adalah sebagai makhluk individu, sosial, dan ciptaan Tuhan. Manusia sebagai makhluk sosial selalu memerlukan dan membentuk berbagai persekutuan hidup untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Sifat alamiah manusia adalah hidup berkelompok, saling menghormati, bergantung, dan saling bekerja sama. Seperti halnya dalam hubungan antarbangsa, suatu bangsa satu dengan lainnya wajib saling menghormati, bekerja sama secara adil dan damai untuk mewujudkan kerukunan hidup antarbangsa. Hubungan antarbangsa di sini disebut sebagai hubungan internasional. (www.renggap.co.cc/hubungan-internasional)

Di masa sekarang tentu tidak ada negara yang dapat berdiri sendiri. Salah satu faktor penyebab terjadinya hubungan internasional adalah kekayaan alam dan perkembangan industri yang tidak merata. Hal tersebut mendorong kerjasamaantar negara dan antar individu yang tunduk pada hukum yang dianut negaranya masing-masing. Hubungan internasional merupakan hubungan antar negara atau antarindividu dari negara yang berbeda-beda, baik berupa hubungan politis, budaya, ekonomi, ataupun hankam. Hubungan internasional menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (RENSTRA) adalah hubungan antar bangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan diperlukan kerjasama, karena melalui kerjasama antar negara akan diperoleh : pencapaian tujuan negara lebih mudah dilakukan; perdamaian dunia lebih mudah diwujudkan; upaya pemeliharaan perdamaian dunia, diantaranya membuat perjanjian damai penyelesaian konflik secara damai juga dapat terwujud (www.id.answer.yahoo.com) . Manfaat hubungan internasional antara lain adalah :

  1. Manfaat ideologi, yakni untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan Negara
  2. Manfaat politik, yakni untuk menunjang pelaksanaan kebijakan politik dan hubungan luar negeri yang di abdikan untuk kepentingan nasional, terutama untuk kepentingan pembangunan di segala bidang
  3. Manfaat ekonomi, yakni untuk menunjang upaya meningkatkan pembangunan ekonomi nasional
  4. Manfaat sosial-budaya, yakni untuk menunjang upaya pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sosial budaya bangsa dalam upaya penanggulangan terhadap setiap bentuk ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dan kejahatan internasional, dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional
  5. Manfaat perdamaian dan keamanan internasional, yakni untuk menunjang upaya pemeliharaan dan pemulihan perdamaian, keamanan dan stabilitas internasional
  6. Manfaat kemanusiaan, yakni untuk menunjang upaya pencegahan dan penanggulangan setiap bentuk bencana serta rehabilitasi akibat-akibatnya
  7. Manfaat lainnya, yakni untuk meningkatkan peranan dan citra Negara itu sendiri di forum internasional dan hubungan antar negara serta kepercayaan masyarakat internasional

Bagi Indonesia, sebagai Negara yang juga terlibat dalam hubungan antar Negara, hubungan internasional memiliki arti penting tersendiri. Arti penting hubungan internasional bagi Indonesia antara lain karena lingkup hubungannya mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara. Dalam konsep baru hubungan internasional, berbagai organisasi internasional, perusahaan, organisasi nirlaba, bahkan perorangan bisa menjadi aktor yang berperan penting dalam politik internasional. Sehingga jelaslah hubungan internasional sangat penting bagi Indonesia.

Hubungan internasional juga memiliki impiklasi hak dan kewajiban Negara yang melakukan hubungan karena hukum internasional mempunyai beberapa segi penting seperti prinsip kesepakatan bersama (principle of mutual consent), prinsip timbal balik (priniple of reciprocity), prinsip komunikasi bebas (principle of free communication), princip tidak diganggu gugat (principle of inciolability), prinsip layak dan umum (principle of reasonable and normal), prinsip eksteritorial (principle of exterritoriality), dan prinsip-prinsip lain yang penting bagi hubungan diplomatik antarnegara. (www.id.answer.yahoo.com)

Dalam membina hubungan internasional, Indonesia mempunyai tujuan untuk meningkatkan persahabatan, dan kerjasama bilateral, regional, dan multilateral melalui berbagai macam forum sesuai dengan kepentingan dan kemampuan nasional. Untuk menciptakan perdamaian dunia yang abadi, adil, dan sejahtera, negara kita harus tetap melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Pentingnya hubungan internasional bagi suatu bangsa berkaitan dengan manfaat yang diperoleh dalam menjalin hubungan internasional tersebut. Hubungan internasional dilaksanakan atas dasar untuk mencapai tujuan tertentu, karena adanya tujuan-tujuan yang hendak dicapai tersebut, maka seringkali yang menjadikan mengapa suatu hubungan internasional dianggap penting bagi kehidupan suatu bangsa. Negara yang tidak mau melakukan hubungan Internasional biasanya akan terkucil dari pergaulan internasional. Karena hubungan internasional ini sangat penting yaitu untuk saling memenuhi hidup bangsa-bangsa atau masyarakat di negara-negara yang bersangkutan. (www.renggap.co.cc/hubungan-internasional)

Dari penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa sebuah negara memang harus bergantung dengan Negara lain. Hal ini dilakukan agar tujuan masing-masing negara dapat tercapai. Seperti layaknya manusia, negara pun perlu bersosialisasi untuk saling melengkapi karena tanpa bantuan dari negara lain, sebuah negara tidak dapat berdiri sendiri dan tentunya kesejehteraan negara tersebut akan semakin buruk. Dengan adanya ketergantungan antar negara juga dapat membawa negara yang melakukan hubungan tersebut diakui di mata internasional. Memang saling ketergantungan tersebut membawa manfaat yang besar bagi sebuah negara, namun tetap harus dilaksanakan dengan bijaksana dan bertanggung jawab.

by ::dora::

Article about Anthropology

Artikel tentang Antropologi …

Antropologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan manusia. Secara lebih luas, antropologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang keanekaragaman budaya lebih dari sejarah kehidupan manusia yang ada dan merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Sebenarnya, hubungan antara ilmu antropologi dan ilmu sosiologi sangat erat. Kedua ilmu ini memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencapai pengertian tentang asas-asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya. Antropologi dan sosiologi sama-sama membahas mengenai hubungan sosial masyarakat dan interaksinya. Namun, antropologi lebih menekankan kepada bagaimana masyarakat itu terbentuk melalui proses kebudayaannya masing-masing dan sejarah asal mulanya tercipta manusia. Disamping persamaan-persamaan yang terdapat dalam kedua bidang ilmu ini, ilmu antropologi dan sosiologi juga memiliki perbedaan dalam metode yang digunakan. Antropologi menggunakan metode kualitatif karena antropologi menggunakan observasi, wawancara mendalam, serta menjadi bagian dari lapangan yang akan diteliti dalam pengolahan dan pengumpulan datanya karena antropologi memerlukan pemahaman yang mendalam. Sedangkan sosiologi menggunakan metode kuantitatif, karena sosiologi berdasarkan pada metode pengolahan bahan dan analisis berdasarkan perhitungan dalam jumlah besar.

Antropologi juga mempelajari tentang makhluk manusia, bagaimana manusia berevolusi, penemuan fosil-fosil purbakala, serta sejarah perkembangan manusia. Bagian inilah yang akan saya bahas. Penemuan fosil purbakala semakin menguatkan bahwa manusia berevolusi sampai akhirnya menjadi makhluk manusia sempurna. Manusia merupakan suatu jenis makhluk cabang dari semacam makhluk primata yang telah melalui proses evolusi. Menurut penelitian paling akhir, makhluk pertama dari suku primata muncul di muka bumi kira-kira 70 juta tahun yang lalu pada zaman yang disebut Kala Paleosen Tua. Dalam masa yang amat lama, makhluk primata induk tadi bercabang lebih lanjut. Diantaranya telah terjadi proses percabangan antara keluarga kera-kera pongid (kera-kera besar) dari keluarga hominid yang merupakan anggota makhluk nenek moyang manusia. Cabang yang timbul kemudian, pada permulaan Kala Miosen kira-kira 20 juta tahun yang lalu adalah kera pongopygmeus (orang utan). Cabang ketiga adalah sejenis makhluk yang menurut perkiraan para ahli menjadi nenek moyang manusia. Percabangan ini terjadi kira-kira 10 juta tahun yang lalu pada bagian terakhir dari Kala Meiosen. Fosil-fosil makhluk ini menunjukkan sifat yang lain daripada yang lain, yaitu ukuran badan raksasa yang jauh lebih besar daripada kera gorila yang hidup sekarang. Oleh para ahli fosil-fosil itu kini disebut gigantanthropus (kera-manusia raksasa). Cabang keempat adalah cabang-cabang kera pongid yang lain, yaitu gorila dan simpanse, terjadi pada akhir Kala Miosen.

Makhluk primata yang dianggap menurunkan jenis-jenis kera besar seperti orangutan, gorila, dan simpanse, maupun manusia adalah seekor makhluk yang fosilnya berupa rahang bawah dan diberi nama dryopithecus. Makhluk induk kedua adalah gigantanthropus. Bumi Indonesia sendiri telah memberi banyak sumbangan pada dunia ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah asal mula manusia, karena di dalam kandungannyalah ditemukan bekas-bekas manusia yang tertua, seperti pithecanthropus erectus, pithecanthropus majakertensis, meganthropus paleojavanicus. Bahkan yang terbaru, ditemukan lagi fosil purbakala di Pulau Flores bernama homo floresiensis yang diperkirakan hamper sama dengan fosil pithecanthropus erectus yang ditemukan di Bengawan Solo. Sampai akhirnya para ahli menemukan bahwa makhluk-makhluk primata itu terus berevolusi dalam jangka waktu kira-kira 120.000 tahun menjadi manusia homo sapiens yang sekarang ini.

Setelah asal mula manusia diketahui, antropologi mulai mempelajari tentang kepribadian manusia, bagaimana cara mereka membentuk masyarakat, serta kebudayaan yang akhirnya mereka bentuk melalui masyarakat tersebut.

Definisi Kepribadian

Buatlah definisi kepribadian yang anda ketahui dari beberapa definisi tentang kepribadian dan jelaskan hubungannya kepribadian dengan mata kuliah ini !

Banyak para ahli yang mendefinisikan kepribadian. Salah satu yang pale penting menurut Gordon W.Allport. Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis darisistem psiko-fisik indvidu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran indvidu secara khas. Terjadinya Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia.Maksud dinamis pada pengertian tersebut adalah perilaku mungkin saja berubah-ubah melalui proses pembelajaran atau melalui pengalaman-pengalaman, reward,punishment, pendidikan, dsb. Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuan nya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya (Depkes, 1992). Dalam bahasa latin asal kata personaliti dari persona (topeng), sedangkan dalam ilmu psikologi menurut, Gordon W.Allport : suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia Berdasarkan pengertian di atas maka corak perilaku individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akan berbeda-beda. Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita. Dapat dikatakan bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya bentukan dari keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan yang dibawa sejak lahir. Jadi yang disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis, kejiwaan dan juga yang bersifat fisik, yaitu keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.

Kepribadian (personality) bukan sebagai bakat kodrati, melainkan terbentuk oleh proses sosialisasi. Kepribadian merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan tingkah laku sosial tertentu, baik berupa perasaan, berpikir, bersikap, dan berkehendak maupun perbuatan. Definisi kepribadian menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut :

1.      Yinger
Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi

2.      M.A.W Bouwer

Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.

3.      Cuber
Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.

4.      Theodore R. Newcombe

Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.

Ada dua faktor yang menentukan kepribadian pada tiap-tiap orang. Faktor tersebut adalah faktor keturunan dan faktor lingkungan. Dua faktor ini sangat kuat dalam proses terbentuknya kepribadian dalam diri seseorang.

Ilmu Antropologi juga mempelajari tentang kepribadian. Menurut ilmu Antropologi, kepribadian ditentukan oleh akal dan jiwa manusia itu sendiri. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itulah yang disebut sebagai kepribadian atau personality. Hal itu memberikan suatu identitas sebagai individu yang khusus kepada masing-masing manusia. Kepribadian memiliki 3 unsur penting, yaitu pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Tiga unsur inilah yang berperan dalam pembentukan kepribadian tiap-tiap manusia. Dalam suatu masyarakat yang memiliki suatu kebudayaan bersama, terdapat jenis kepribadian yang umum bagi masyarakat itu. Jenis kepribadian itu yang oleh sebagian dinamakan basic personality structure (struktur kepribadian dasar), modal personality (kepribadian rata-rata).

Jelas, antara kepribadian dan mata kuliah Pengantar Antropologi ini terdapat hubungan yang erat. Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sejarah kebudayaan. Kebudayaan ada karena ada manusia yang menciptakannya. Manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Itulah yang membuat kebudayaan masing-masing masyarakat berbeda-beda dan memiliki cirri khas serta corak tersendiri sehingga ahirnya membentuk identitas masyarakat tersebut. Oleh sebab itu, Antropologi perlu membahas mengenai kepribadian manusia, dimana dengan kepribadian itulah terbentuk manusia yang memiliki pemikiran yang berbeda-beda sehingga bisa saling melengkapi satu dan yang lainnya.

Definisi Masyarakat

Buatlah definisi masyarakat yang berbeda dengan yang ada dalam buku Pengantar Antropologi kemudian anda kemukakan perbedaan dan persamaan yang ada dalam buku Pengantar Antropologi! Sebutkan sumber buku yang anda pakai.

Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat. Apabila kita memperbincangkan masalah tentang suatu masyarakat, biasanya yang dimaksud adalah kelompok orang yang memiliki persamaan dalam hal ini, yaitu dalam arti kata bahwa mereka berhubungan erat satu sama lain. Seringkali kita cenderung menganggap mereka sebagai penduduk bersama suatu wilayah tertentu lengkap dengan batas-batasnya, tetapi jika direnungkan lagi kita akan sadar bahwa ini bukanlah merupakan syarat memadai atau yang mencukupi. Apabila kita berbicara tentang sesuatu masyarakat, kita maksudkan sesuatu yang lebih dari hanya satu kumpulan. Dalam buku yang berjudul Sosiologi – Suatu Analisa Sistem Sosial yang ditulis oleh Duncan Mitchell menyatakan bahwa masyarakat adalah satu kumpulan manusia yang terikat dalam suatu kesatuan yaitu bertindak secara terintegrasi dan tetap, dan bersifat agak kekal dan stabil (1953 – S.F. Nadel). Secara lebih luas, masyarakat (society) diartikan sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada : masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara. Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Masyarakat memiliki faktor dan unsur-unsur tertentu yang dapat membentuk masyarakat itu sendiri. Menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :

1.      Berangotakan minimal dua orang

2.      Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan

3.      Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat

4.      Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat

Marion Levy menambahkan, diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat. Empat kriteria tersebut adalah ada sistem tindakan utama, saling setia pada sistem tindakan utama, mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota, dan sebagian atau seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

Dalam buku Pengantar Antropologi yang ditulis oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat, yang dimaksud dengan masyarakat itu sendiri adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Sekumpulan manusia yang saling “bergaul”, atau dengan istilah ilmiah, saling “berinteraksi”, juga dapat disebut sebagai masyarakat. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana agar warganya dapat saling berinteraksi. Inti dari semua pengertian masyarakat adalah, adanya hubungan/interaksi antara satu orang dengan orang lainnya atau dengan kelompok lainnya dimana kelompok itu memiliki adat istiadat, hokum, dan norma yang harus dipatuhi bersama, juga karena kelompok manusia tersebut memiliki tujuan hidup dan rasa kesamaan yang sama. Kelompok inilah yang kita sebut sebagai masyarakat.

Dari definisi-definisi masyarakat yang telah dikemukakan di atas, kita bisa membandingkan perbedaan dan persamaan antara definisi masyarakat di sumber lain dengan definisi masyarakat di dalam buku Pengantar Antropologi. Perbedaannya adalah definisi masyarakat dalam buku Pengantar Antropologi lebih menekankan pada kebudayaan masyarakat itu sendiri. Masyarakat berinteraksi menurut adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terus diturunkan ke generasi penerus masyarakat tersebut sehingga bisa dijadikan sebagai identitas bersama. Jadi, masyarakat terbentuk karena adanya kebudayaan yang mereka ciptakan sendiri yang di dalamya terdapat nilai dan norma yang harus dipatuhi secara bersama-sama. Sedangkan definisi masyarakat secara luas menekankan pada interaksi dalam sebuah kelompok yang terikat dalam suatu kesatuan serta memiliki tujuan dan kesamaan-kesamaan yang sama antar anggota kelompoknya. Mereka saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain secara kontinu dan saling terikat. Sekelompok manusia yang memiliki tujuan yang sama inilah yang kita kenal sebagai masyarakat, dan memiliki identitas tertentu.

Persamaan dari kedua sumber definisi masyarakat tersebut adalah adanya interaksi yang bersifat kontinu. Kedua sumber menyebutkan bahwa terbentuknya masyarakat karena adanya interaksi dan hubungan-hubungan antar sesama anggota yang terdapat di dalamnya. Inti dari masyarakat adalah interaksi sosial. Bila merka melakukan interaksi dan saling berhubungan secara terikat dan kontinu, kelompok manusia tersebut bisa kita sebut sebagai masyarakat. Meski dalam buku Pengantar Antropologi memandang masyarakat masih berhubungan dengan kebudayaan, kedua sumber tersebut menekankan pada satu hal yang tidk dapat terpisahkan : masyarakat ada karena ada interaksi di dalamnya.

Learn More by Anthropology

Apa yang anda dapatkan setelah anda mempelajari mata kuliah Pengantar Antropologi ?

Banyak ilmu yang saya dapatkan setelah mempelajari mata kuliah Pengantar Antropologi ini. Salah satunya dan yang paling penting adalah deskripsi dari ilmu antropologi itu sendiri. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti “manusia” atau “orang”, dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Secara harafiah, pengertian antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang keanekaragaman budaya lebih dari sejarah kehidupan manusia yang ada. Secara lebih luas, antropologi diartikan sebagai salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal pada daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan perilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri. Untuk sub-sub bidang kajian antropologi sendiri dapat dikategorisasi menurut dua cara, yakni menurut masalah yang dipelajari (budaya dan fisikal) dan menurut kurun waktu terjadinya fenomena yang dipelajari (lampau dan sekarang).

A. Fase-fase Perkembangan Ilmu Antropologi

Antropologi memiliki 4 fase perkembangan ilmu. Fase yang pertama berkembang sebelum tahun 1800, dimana bangsa Eropa memandang bangsa Asia adalah bangsa yang liar/bangsa iblis. Manusia Asia belum mengenal materi sehingga manusia Eropa menganggap bangsa Indonesia bangsa yang murni dan belum mengenal materi karena bagi bangsa Eropa, materi adalah segala-galanya. Sebagian orang Eropa juga tertarik dengan budaya Asia. Oleh sebab itu, munculah istilah etnografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang sejarah-sejarah bangsa. Integrasi yang sungguh-sungguh baru, timbul pada pertengahan abad ke-19. Orang Eropa menganggap budayanya paling tinggi (dengan cara evolusi) dibanding dengan budaya-budaya bangsa yang lain. Di saat inilah fase kedua dalam ilmu antropologi berkembang. Pada permulaan abad ke-20, fase ketiga dalam ilmu antropologi mulai berkembang. Setelah bangsa Eropa mempelajari seluk-beluk suatu bangsa (mempelajari budayanya), kemudian bangsa tersebut ditaklukkan sampai bangsa tersebut didapatkan oleh bangsa Eropa. Sesudah kira-kira tahun 1930, bangsa yang dijajah habis kemudian bangsa yang telah menjajah tersebut mulai dicurigai oleh bangsa-bangsa terjajah (bangsa primitif). Yang kemudian membuat lapangan ilmu untuk mempelajari antropologi berada di pedesaan.

Ilmu-ilmu bagian dari Antropologi

Dalam ilmu Antropologi juga mengenal lima macam ilmu yang merupakan bagian dari ilmu Antropologi, yaitu paleo-antropologi (ilmu yang mempelajari tentang fosil-fosil manusia), antropologi fisik (ilmu yang mempelajari tentang ciri-ciri tubuh), etnolinguistik/antropologi linguistik (bagian ilmu yang mempelajari tentang bahasa suku bangsa yang tersebar), prehistori (mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi), dan yang terakhir adalah etnologi (ilmu bagian yang mencoba mencapai pengertian mengenai asas-asas manusia, dengan mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat). Ilmu bagian paleo-antropologi dan antropologi fisik disebut antropologi fisik dalam arti luas. Sedangkan ilmu bagian etnolinguistik, prehistori, dan etnologi disebut antropologi budaya.

B. Hubungan antara Antropologi-Sosial dan Sosiologi

Sosiologi berkembang dari filsafat, masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Sedangkan antropologi bermula dari sejarah perkembangan budaya maupun masyarakatnya. Antropologi melihat masyarakat pedesaan. Sebaliknya, sosiologi melihat masyarakat perkotaan sebagai objek ilmunya. Antropologi dan sosiologi memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mencapai pengertian tentang asas-asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya.

Dilihat dari metode ilmiah, antropologi menggunakan metode kualitatif. Sedangkan sosiologi menggunakan metode kuantitatif, karena sosiologi berdasarkan pada metode pengolahan bahan dan analisis berdasarkan perhitungan dalam jumlah besar. Antropologi menggunakan metode kualitatif karena antropologi menggunakan observasi, wawancara mendalam, serta menjadi bagian dari lapangan yang akan diteliti dalam pengolahan dan pengumpulan datanya karena antropologi memerlukan pemahaman yang mendalam.

C. Makhluk Manusia

Dalam antropologi, kita juga mempelajari tentang makhluk manusia, bagaimana evolusi manusia terjadi dari makhluk primata menjadi makhluk manusia yang sempurna, juga pembagian serta perkembangan bentuk manusia tertua dan jenis-jenisnya, seperti : pithecanthropus erectus, meganthropus paleojavanicus, homo neandertalensis, dan sebagainya, hingga menjadi manusia sekarang atau dalam bahasa latin disebut homo sapiens. Dalam ilmu antropologi, manusia juga diklasifikasikan dari beragam ras di bumi ini menjadi ras Australoid, Mongoloid, Caucasoid, Negroid, maupun ras-ras khusus lainnya.

D. Kepribadian

Saya juga mendapatkan ilmu mengenai kepribadian di dalam antropologi. Kepribadian ditentukan oleh akal dan jiwa manusia itu sendiri. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itulah yang disebut sebagai kepribadian atau personality. Hal itu memberikan suatu identitas sebagai individu yang khusus kepada masing-masing manusia. Kepribadian memiliki 3 unsur penting, yaitu pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Tiga unsur inilah yang berperan dalam pembentukan kepribadian tiap-tiap manusia. A.F.C. Wallace membuat suatu kerangka tentang seluruh materi yang menjadi objek dan sasaran unsur-unsur kepribadian manusia secara sistematis. Kerangka itu memuat 3 hal, yaitu : beragam kebutuhan individu, beragam hal dalam lingkungan individu, dan berbagai cara untuk memperlakukan hal-hal dalam lingkungan diri sendiri guna memenuhi kebutuhan diri. Saya juga mendapatkan ilmu mengenai macam-macam kepribadian, dimana terdapat kepribadian individu, kepribadian umum, serta kepribadian barat dan kepribadian timur. Keberagaman kepribadian ini menyebabkan keragaman struktur kepribadian pada setiap manusia.

E. Masyarakat

Ilmu antropologi juga mempelajari tentang masyarakat. Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Masyarakat terdiri dari berbagai unsur, yaitu : masyarakat, kategori sosial (kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu cirri atau suatu kompleks ciri-ciri objektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu), golongan sosial, kelompok dan perkumpulan, beragam kelompok dan perkumpulan, ikhtisar mengenai beragam wujud kesatuan manusia, dan interaksi antar individu dalam masyarakat.

F. Kebudayaan

Antropologi adalah ilmu yang terfokus pada sejarah perkembangan, khususnya perkembangan budaya dan masyarakat yang berada di dalamnya. Menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu :

1.      wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya

2.      Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat

3.      Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia

Dalam setiap kebudayaan tentunya terdapat adat istiadat dimana di dalam adat istiadat tersebut terdapat norma dan hukum yang harus dipatuhi oleh setiap masyarakat yang ada di dalamnya. Budaya memiliki 7 unsur pokok. Ketujuh unsur yang dapat kita sebut sebagai isi pokok dari tiap kebudayaan di dunia itu adalah : bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, dan kesenian.

Melihat penjelasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa masyarakat dan kebudayaan yang tidak dapat terpisahkan. Masyarakatlah yang membentuk kebudayaan dan melestarikannya untuk generasi-generasi berikutnya. Masyarakat mengenal budaya karena melalui beberapa proses pembelajaran kebudayaan sendiri (proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi).