SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Korelasi Spearman (referensi)
December 12th, 2011 by aldoranuary26

Referensi yang Menjelaskan Tentang Korelasi Spearman

Djarwanto Ps. SE. Mengenal Beberapa Uji Statistik Dalam Penelitian. 2001. Liberti Yogyakarta : Yogyakarta.

Menurut buku ini, yang dimaksud dengan korelasi rank (jenjang) Spearman adalah sebuah metode yang diperlukan untuk mengukur keeratan hubungan antara dua variabel dimana dua variabel itu tidak mempunyai joint normal distribution dan conditional variance-nya tidak diketahui sama. Korelasi rank dipergunakan apabila pengukuran kuantitatif secara eksak tidak mungkin atau sulit dilakukan. Dalam mengukur koefisien korelasinya, disyaratkan bahwa pengukuran kedua variabelnya sekurang-kurangnya dalam skala ordinal sehingga individu-individu yang diamati dapat diberi jenjang dalam dua rangkaian berurutan. Dalam analisis ini, hipotesis nihil yang akan diuji mengatakan bahwa dua variabel yang diteliti dengan nilai jenjangnya itu independen ; artinya bahwa tidak ada hubungan antara jenjang variabel yang satu dengan jenjang dari variabel lainnya. Pengujian dapat didasarkan pada sampel kecil ataupun sampel besar (apabila n ≥ 10).

Usman, Husaini dan Setiady Akbar, R. Purnomo. Pengantar Statistika. 2003. Bumi Aksara : Jakarta.

Di dalam buku ini dijelaskan bahwa korelasi rank ditemukan oleh Spearman, sehingga disebut juga sebagai korelasi Spearman. Korelasi ini dapat juga disebut sebagai korelasi bertingkat, korelasi berjenjang, korelasi berurutan, atau korelasi berpangkat. Korelasi rank dipakai apabila :

  1. Kedua variabel yang akan dikorelasikan itu mempunyai tingkatan data ordinal
  2. Jumlah anggota sampel dibawah 30 (sampel kecil)
  3. Data tersebut memang diubah dari interval ke ordinal
  4. Data interval tersebut ternyata tidak berdistribusi normal

Besarnya hubungan antara dua variabel atau derajat hubungan yang mengukur korelasi berpangkat disebut koefisien korelasi berpangkat atau koefisien korelasi Spearman yang dinyatakan dengan lambang rs. Korelasi rank berguna untuk mendapatkan :

  1. Kuatnya hubungan dua buah data ordinal
  2. Derajat kesesuaian dari dua penilai terhadap kelompok yang sama
  3. Validitas konkuren alat pengumpul data
  4. Reliabilitas alat pengumpul data setelah dikembangkan bersama-sama dengan William Brown, sehingga disebut dengan Korelasi Spearman-Brown dengan lambang rii.

Dr. Ir. Harinaldi, M.Eng. Prinsip-prinsip Statistik Untuk Teknik Dan Sains. 2005. Erlangga : Jakarta.

Koefisien korelasi peringkat Spearman (rs) adalah suatu ukuran dari kedekatan hubungan antara dua variabel ordinal. Dengan demikian koefisien korelasi peringkat Spearman berfungsi mirip dengan koefisien korelasi linier (r), hanya saja yang digunakan adalah nilai-nilai peringkat dari variabel x dan y, bukan nilai sebenarnya. Perhitungan koefisien korelasi peringkat Spearman dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut :

  1. Penyusunan peringkat dari data
  2. Penentuan perbedaan peringkat dari pasangan data
  3. Perhitungan koefisien korelasi peringkat

Untuk menginterpretasikan nilai koefisien korelasi Spearman, sama halnya seperti koefisien korelasi linear, perlu diingat bahwa nilai korelasi nol (rs = 0) menunjukkan tidak adanya korelasi. Sedangkan nilai korelasi +1,0 dan -1,0 menunjukkan korelasi yang sempurna.

Berikut dilampirkan tabel harga-harga kritis rs Koefisien Korelasi Ranking Spearman :

Contoh Data Buatan Korelasi Rank Spearman :

Seorang guru di Sekolah Taman Kanak-kanak memberikan rating pada kegemaran menggambar dan tingkat kreatifitas anak-anak di sekolah tersebut dengan menggunakan skala 0-100. Dari sampel beberapa anak di kelas Matahari, skor mereka adalah :

Prosedur pengujiannya adalah :

1.    Formulasi Ho dan H1 :

Ho : ρ  =  0  (tidak ada hubungan antara kegemaran menggambar dengan tingkat kreatifitas anak-anak)

H1 : ρ  >  0  (ada hubungan antara kegemaran menggambar dengan tingkat kreatifitas anak-anak)

2.    Digunakan uji signifikansi koefisien korelasi rank Spearman.

3.    Digunakan taraf signifikansi 0,01 dengan besar sampel, n = 8. Lihat tabel harga-harga kritis rs Koefisien Korelasi Ranking Spearman. Harga kritis rs untuk n = 8 dan alpha 0,01 adalah 0,833.

4.    Kriteria pengujian :

Ho ditolak apabila nilai rho observasi >  0,833 dan Ho diterima apabila nilai rho observasi < 0,833.

5.    Nilai rho observasi (harga uji statistik rs) :

6  b2

rs =  1  –

n (n2 – 1)

6 (4,5)                              27

=   1  –                              =   1  –                     =   1  –  0,05  =  0,95

8 (82 – 1)                           504

6.    Keputusan pengujian

Oleh karena nilai rho observasi (0,95) lebih besar dari harga/nilai kritis rs (0,833) maka diputuskan Ho ditolak (berarti H1 diterima) pada taraf signifikansi 0,01. Dapat disimpulkan bahwa terdapat derajat hubungan yang tinggi antara tingkat yang diberikan pada kegemaran menggambar anak-anak dan tingkat pada kreatifitas mereka

DAFTAR  PUSTAKA

Djarwanto Ps. SE. Mengenal Beberapa Uji Statistik Dalam Penelitian. 2001. Liberti Yogyakarta : Yogyakarta

Usman, Husaini dan Setiady Akbar, R. Purnomo. Pengantar Statistika. 2003. Bumi Aksara : Jakarta

Dr. Ir. Harinaldi, M.Eng. Prinsip-prinsip Statistik Untuk Teknik Dan Sains. 2005. Erlangga : Jakarta


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
= 5 + 7

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa