SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Fungsionalisme Struktural
October 15th, 2011 by aldoranuary26

Model Struktural Fungsional

Merton mengkritik apa yang dilihatnya sebagai tiga postulat dasar analisis fungsional sebagaimana dikembangkan oleh antropolog seperti Malinowski dan Radcliffe – Brown. Ternyata postulat itu tidak begitu penting artinya bagi orientasi fungsional. Postulat itu adalah :

  1. Aktivitas sosial yang melembaga atau unsur-unsur kebudayaan bersifat fungsional bagi seluruh sistem sosial atau kebudayaan.
  2. Semua unsur sosial dan kebudayaan tersebut memenuhi fungsi sosiologis.
  3. Konsekuensinya unsur-unsur tersebut sangat diperlukan.

Walaupun ketiga postulat tersebut saling berkaitan, akan tetapi masing-masing harus ditelaah secara terpisah. Hal ini disebabkan karena masing-masing postulat menimbulkan kesulitan. Model struktural fungsional adalah :

  1. Kesatuan fungsional masyarakat menyatakan bahwa seluruh kepercayaan dan praktik sosial budaya standard bersifat fungsional bagi masyarakat secara keseluruhan maupun bagi individu dalam masyarakat. Merton berpandangan bahwa meskipun hal ini berlaku bagi masyarakat kecil dan primitif, Generalisasi ini dapat diperluas pada masyarakat yang lebih besar dan lebih kompleks.
  2. Fungsionalisme universal, semua bentuk dan struktur sosial kultural memiliki fungsi positif.
  3. Postulat indispensabilitas bahwa seluruh aspek standar masyarakat tidak hanya memiliki fungsi positif namun juga merepresentasikan bagian – bagian tak terpisahkan dari keseluruhan. Postulat ini mengarah pada gagasan bahwa seluruh struktur dan fungsi secara fungsional diperlukan oleh masyarakat.

Pendapat Marton adalah bahwa seluruh postulat fungsional tersebut bersandar pada pernyataan non empiris yang didasarkan pada sistem teoritis abstrak. Marton menjelaskan bahwa analisis struktural fungsional memusatkan perhatian pada kelompok, organisasi, masyarakat, dan kebudayaan. Dia juga menyatakan bahwa objek apapun yang dapat dianalisis secara struktural fungsional harus “ memrepresentasikan unsur – unsur standar ( yaitu yang terpola dan berulang ) “ ( Marton, 1949 / 1968 : 104 ). “ peran sosial, pola – pola institusional, proses sosial, pola – pola kultural, emosi yang terpola secara kultural, norma sosial, organisasi sosial, struktur sosial, alat kontrol sosial, dan lain sebagainya. ( Marton, 1949 / 1968 : 104 ). Menurut Marton, para analisis awalnya cenderung mencampur adukkan motif – motif subjektiv individu dengan fungsi – fungsi struktural atau institusi. Fokus pada fungsionalis stuktural harus diarahkan pada fungsi – fungsi sosial ketimbang pada motif individu. Fungsi, harus diarahkan pada fungsi – fungsi sosial ketimbang motif individu.

sumber : Teori Sosiologi – Richard Ritzer


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
= 4 + 0

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa