Definisi Masyarakat

Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat. Apabila kita memperbincangkan masalah tentang suatu masyarakat, biasanya yang dimaksud adalah kelompok orang yang memiliki persamaan dalam hal ini, yaitu dalam arti kata bahwa mereka berhubungan erat satu sama lain. Seringkali kita cenderung menganggap mereka sebagai penduduk bersama suatu wilayah tertentu lengkap dengan batas-batasnya, tetapi jika direnungkan lagi kita akan sadar bahwa ini bukanlah merupakan syarat memadai atau yang mencukupi. Apabila kita berbicara tentang sesuatu masyarakat, kita maksudkan sesuatu yang lebih dari hanya satu kumpulan. Dalam buku yang berjudul Sosiologi – Suatu Analisa Sistem Sosial yang ditulis oleh Duncan Mitchell menyatakan bahwa masyarakat adalah satu kumpulan manusia yang terikat dalam suatu kesatuan yaitu bertindak secara terintegrasi dan tetap, dan bersifat agak kekal dan stabil (1953 – S.F. Nadel). Secara lebih luas, masyarakat (society) diartikan sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada : masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara. Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Masyarakat memiliki faktor dan unsur-unsur tertentu yang dapat membentuk masyarakat itu sendiri. Menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :

  1. Berangotakan minimal dua orang
  2. Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan
  3. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat
  4. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat

Marion Levy menambahkan, diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat. Empat kriteria tersebut adalah ada sistem tindakan utama, saling setia pada sistem tindakan utama, mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota, dan sebagian atau seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

Dalam buku Pengantar Antropologi yang ditulis oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat, yang dimaksud dengan masyarakat itu sendiri adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Sekumpulan manusia yang saling “bergaul”, atau dengan istilah ilmiah, saling “berinteraksi”, juga dapat disebut sebagai masyarakat. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana agar warganya dapat saling berinteraksi. Inti dari semua pengertian masyarakat adalah, adanya hubungan/interaksi antara satu orang dengan orang lainnya atau dengan kelompok lainnya dimana kelompok itu memiliki adat istiadat, hokum, dan norma yang harus dipatuhi bersama, juga karena kelompok manusia tersebut memiliki tujuan hidup dan rasa kesamaan yang sama. Kelompok inilah yang kita sebut sebagai masyarakat.

Dari definisi-definisi masyarakat yang telah dikemukakan di atas, kita bisa membandingkan perbedaan dan persamaan antara definisi masyarakat di sumber lain dengan definisi masyarakat di dalam buku Pengantar Antropologi. Perbedaannya adalah definisi masyarakat dalam buku Pengantar Antropologi lebih menekankan pada kebudayaan masyarakat itu sendiri. Masyarakat berinteraksi menurut adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terus diturunkan ke generasi penerus masyarakat tersebut sehingga bisa dijadikan sebagai identitas bersama. Jadi, masyarakat terbentuk karena adanya kebudayaan yang mereka ciptakan sendiri yang di dalamya terdapat nilai dan norma yang harus dipatuhi secara bersama-sama. Sedangkan definisi masyarakat secara luas menekankan pada interaksi dalam sebuah kelompok yang terikat dalam suatu kesatuan serta memiliki tujuan dan kesamaan-kesamaan yang sama antar anggota kelompoknya. Mereka saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain secara kontinu dan saling terikat. Sekelompok manusia yang memiliki tujuan yang sama inilah yang kita kenal sebagai masyarakat, dan memiliki identitas tertentu.

Persamaan dari kedua sumber definisi masyarakat tersebut adalah adanya interaksi yang bersifat kontinu. Kedua sumber menyebutkan bahwa terbentuknya masyarakat karena adanya interaksi dan hubungan-hubungan antar sesama anggota yang terdapat di dalamnya. Inti dari masyarakat adalah interaksi sosial. Bila merka melakukan interaksi dan saling berhubungan secara terikat dan kontinu, kelompok manusia tersebut bisa kita sebut sebagai masyarakat. Meski dalam buku Pengantar Antropologi memandang masyarakat masih berhubungan dengan kebudayaan, kedua sumber tersebut menekankan pada satu hal yang tidk dapat terpisahkan : masyarakat ada karena ada interaksi di dalamnya.

by : dora